Kotawaringin Barat – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kotawaringin Barat menggelar kegiatan Sinau Bareng bersama Ustadz Dzul Fahmi, Lc., M.A. dengan tema “Leadership Rasul, Spirit GP Ansor”, Kamis (25/9/2025) bertempat di Gedung PCNU Kotawaringin Barat.
Acara dibuka dengan lantunan Maulid Diba’i yang dipimpin kader Ansor dan Banser. Bacaan shalawat ini menambah suasana religius serta menghidupkan semangat kebersamaan kader NU yang hadir.
Turut hadir dalam acara ini jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kotawaringin Barat, Ketua PC Fatayat NU beserta rombongan, pengurus Banom NU, Kehadiran para pimpinan badan otonom NU ini mempertegas semangat kebersamaan dalam membangun peran strategis organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kotawaringin Barat, H. Kholil Nurrohman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PC GP Ansor atas inisiatif program Patriot Ketahanan Pangan Nasional. Program ini diwujudkan melalui persiapan lahan perkebunan seluas 6 hektar sebagai bentuk komitmen GP Ansor dalam mendukung kedaulatan pangan serta kemandirian ekonomi masyarakat.
“Ansor bukan hanya bicara kaderisasi, tapi juga aksi nyata di lapangan. Program kebun seluas enam hektar ini adalah langkah luar biasa. Kami berharap ke depan akan semakin banyak inovasi yang lahir dari kader-kader Ansor demi kemaslahatan umat,” ungkap H. Kholil dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kotawaringin Barat, Mas Fauzi, menekankan pentingnya memperkuat basis organisasi melalui ranting-ranting yang ada di desa-desa. Dalam momentum ini, PC GP Ansor secara resmi melantik 31 Ranting GP Ansor se-Kotawaringin Barat.
“Ranting adalah ujung tombak organisasi. Kalau ranting kuat, maka PC dan struktur di atasnya juga akan kokoh. Pelantikan 31 ranting hari ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk memperluas gerakan dan menjaga tradisi ke-Ansoran hingga ke akar rumput,” tegas Mas Fauzi.
Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan Sinau Bareng bersama Ustadz Dzul Fahmi, Lc., M.A. yang mengupas kepemimpinan Rasulullah Saw. serta relevansinya bagi kader GP Ansor masa kini. Ustadz Fahmi menegaskan bahwa kepemimpinan Rasulullah dibangun di atas akhlak, pelayanan, dan keberanian dalam membela umat.
“Pemimpin itu bukan sekadar yang memberi perintah. Pemimpin harus hadir, menjadi teladan, dan menebarkan rahmat. Itulah spirit kepemimpinan Rasulullah yang harus kita teladani dalam gerakan Ansor,” jelasnya.
Sesi Sinau Bareng dikemas dalam bentuk diskusi dua arah, di mana para peserta, khususnya pengurus ranting yang baru dilantik, diberi ruang untuk berdialog langsung. Hal ini semakin memperkuat pemahaman mereka tentang nilai-nilai kepemimpinan Nabawi serta cara mengimplementasikannya dalam gerakan kepemudaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Acara berlangsung hingga malam dengan penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah penguatan kaderisasi, tetapi juga momentum penting bagi GP Ansor Kotawaringin Barat untuk menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat organisasi, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui program-program pemberdayaan.