Sinergi Kelembagaan dan Penguatan Edukasi Fikih Qurban: Strategi LAZISNU Kotawaringin Barat Menyambut Idul Adha 1447 H

timmedianukobar 30 - April - 2026
Sinergi Kelembagaan dan Penguatan Edukasi Fikih Qurban: Strategi LAZISNU Kotawaringin Barat Menyambut Idul Adha 1447 H

Kotawaringin Barat — Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola ibadah qurban yang profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariat, NU CARE-LAZISNU PCNU Kotawaringin Barat menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan Rapat Koordinasi (Rakor) pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Gedung PCNU Kotawaringin Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi kelembagaan dalam menyongsong pelaksanaan Idul Adha 1447 H.

Rakor tersebut dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kotawaringin Barat, Sayid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban, serta Ketua NU CARE-LAZISNU Kotawaringin Barat, H. Muhammad Ansori, bersama jajaran pengurus UPZIS tingkat MWC dan ranting se-Kabupaten Kotawaringin Barat. Kehadiran lintas struktur ini mencerminkan penguatan integrasi organisasi dalam mendukung efektivitas program keummatan berbasis filantropi Islam.

Dalam sambutannya, para pimpinan menegaskan urgensi koordinasi yang sistematis dan berbasis akuntabilitas guna memastikan pelaksanaan qurban berjalan optimal. Pendekatan manajerial yang profesional dipandang sebagai instrumen penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada para mudhohi (pekurban) dan mustahik (penerima manfaat).

Secara substantif, forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang koordinasi teknis, tetapi juga sebagai sarana edukasi keagamaan. Salah satu agenda utama adalah pembahasan komprehensif terkait jenis-jenis hewan qurban dan tinjauan hukum syariatnya dalam perspektif fikih. Materi ini disampaikan untuk memperkuat pemahaman para pengelola agar seluruh proses pelaksanaan qurban memenuhi kriteria sah secara normatif dan bernilai ibadah secara maksimal.

Selain aspek normatif, Rakor juga membahas dimensi operasional pelaksanaan qurban, meliputi mekanisme pendaftaran, standar penyembelihan yang higienis dan sesuai prinsip halal, hingga sistem distribusi daging qurban yang efektif dan tepat sasaran. Penetapan kriteria penerima manfaat menjadi perhatian khusus guna menjamin distribusi yang adil dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Melalui pendekatan integratif antara penguatan kelembagaan, edukasi syariat, dan optimalisasi teknis, NU CARE-LAZISNU PCNU Kotawaringin Barat menunjukkan komitmennya dalam mengelola ibadah qurban secara berkelanjutan dan berdampak luas. Dengan persiapan yang matang, lembaga ini optimis dapat menghadirkan tata kelola qurban yang tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga memenuhi standar religius dan profesionalitas modern.

Baca Juga